KTC 213SISTEM DATABASE
File dan Database
Pendekatan Pemprosesan File (File Processing Approach)
Setiap aplikasi memiliki filenya masing-masing
Data tidak di “share” antara sesama aplikasi
Menyebabkan banyaknya pengulangan data (data redundancy), pengulangan nilai data yang sama
Resiko suatu data menjadi tidak akurat lebih tinggi
Jumlah ruang penyimpanan lebih besar
Pendekatan Database(Database Approach)
Sekumpulan tabel yang saling berkaitan
Dalam teknologi database, file disebut tabel
Setiap entiti disimpan dalam tabel yang terpisah
Tabel-tabel tersebut dikaitkan dengan hubungan antara kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key)
Kunci Primer (Primary Key)
Kunci Asing (Foreign Key)
Arsitektur Sistem Database
Arsitektur Sistem Database (2)
Arsitektur 3 level ANSI-SPARC
Komponen DBMS Environment
Komponen DBMS Environment
Komponen DBMS Environment (2)
Komponen DBMS Environment (3)
Komponen DBMS Environment (4)
Model Data
Model Hirarki (Hierarchical Model)
Model Jaringan(Network Model)
Model Relasi(Relational Model)
Data diorganisasi dalam format tabel
Kolom mewakili field
Baris mewakili record
Tabel-tabel dihubungkan dengan hubungan antara kunci primer dan kunci asing
Model ini banyak digunakan pada pengembangan database pada masa ini
Model Berorientasi Objek(Object-Oriented Model)
Integritas Data(Data Integrity)
Batasan Integritas (Integrity Constraints)
DBMS
Database Features
Kamus Data (Data Dictionary)
Pemeliharaan Data (Data Maintenance)
Pengambilan Kembali Data (Data Retrieval)
Queries
SQL
Menggunakan statemen yang mirip dengan bahasa inggris (English-like statements)
SELECT menyatakan field yang akan dipilih
FROM menyatakan tabel dimana field tsb berada
JOIN menyatakan hubungan antara tabel-tabel
WHERE menyatakan kriteria yang harus dipenuhi
Query by Example
User menambahkan tabel ke query
User “drag field” kedalam grid di window bawah
Kriteria dapat ditambahkan dengan menuliskan pada baris kriteria (Criteria row) pada grid
User bisa melaksanakan queri dengan meng-klik icon pada toolbar
Hasil Queri(Query Results)
Rekord yang diperoleh dari database ditampilkan berupa baris-baris (rows)
Field yang dinyatakan pada klausa select ditampilkan berupa kolom (columns)
Laporan (Reports)
Menyediakan presentasi data dari database dalam bentuk terformat
Laporan bisa ditampilkan secara berkelompok jika diperlukan
Biasanya lebih banyak data daripada queri
Laporan didesain menggunakan report generator
Pengendalian Konkurensi (Concurrency Control)
Keamanan (Security)
Backup dan Recovery
Membuat dan Menggunakan Database
Membuat Database
Menentukan Struktur Tabel
Struktur tabel – jenis data yang diperlukan pada tiap kolom
Menentukan karakteristik field
Nama field
Setiap field harus punya nama field yang unik
Jenis field (Field type)
Lebar field (Field width)
Jumlah maksimum karakter , termasuk tempat desimal
Jenis-jenis Field (Field Types)
Set Up Struktur File
Desain struktur setiap tabel
Menentukan tabel
Menentukan tiap field dalam tabel
Menentukan kunci primer
Set up desain tampilan tabel
Memasukkan Data
Memasukkan data kedalam table dalam datasheet view
Memasukkan data menggunakan bentuk graphical
Menggunakan Database
Menampilkan Records
Menampilkan tabel dalam bentuk datasheet view
Menampilkan semua baris (row) dan kolom (columns)
Dapat ditampilkan melalui monitor atau dicetak
Menampilkan Field yang Spesifik
Menampilkan hanya field yang diinginkan
Menggunakan SQL untuk memilih field yang diinginkan
Query
Menggunakan SQL atau query-by-example untuk menghasilkan sebuah query
Menggunakan operator relational untuk menentukan kriteria
Bisa ditampilkan di monitor atau dicetak
Dapat diformat kedalam bentuk sebuah laporan
Modifikasi Data
Dosen : Maya Silvi Lydia, B.Sc, M.Sc
Jumat, 12 September 2008
Bahan Kuliah Sistem Pangkalan Data
PENGENALANDATABASE
KULIAH 1
Konsep Dasar DataBase
Data dan Informasi
Data dan informasi dasar penting dalam proses pengambilan keputusan.
Data & informasi yang baik menghasilkan keputusan yang baik.
Data
Data fakta mengenai suatu benda, orang, entiti, kejadian atau yang sejenisnya.
Data merupakan sumber penting dalam sebuah perusahaan.
Data dalam sebuah perusahaan disajikan dalam berbagai bentuk yang harus diproses kedalam bentuk yang lebih berarti untuk membantu dalam pengambilan keputusan.
Contoh : Data penjualan sepatu dalam sehari
Informasi
Informasi data yang telah diproses dan disajikan dalam bentuk yang dapat digunakan untuk membuat keputusan.
Contoh:
Informasi penjualan sepatu (menurut ukuran) dalam 6 bulan
Operasi Data (Data Operation)
Data diproses untuk menjadi informasi dengan melalui beberapa operasi (kegiatan) untuk mengurangi kekeliruan.
Operasi Data (Data Operation)
Kendalian (operasi) dasar terhadap data yaitu: penyimpanan dan mendapatkan kembali (retrieve).
Selain operasi dasar tersebut, terdapat beberapa operasi lain yang membantu proses penukaran data menjadi informasi yaitu:
Pengesahan (Validasi);
Data yang diambil dan direkam (rekod) harus disahkan kebenaran dan ketepatannya.
Pengisihan/ Pengurutan;
Data diisih menurut aturan tertentu seperti mengisih (mengurutkan) nilai dari besar ke kecil.
Pengkelasan (Klasifikasi);
Data dikelaskan dalam bentuk / ciri tertentu.
Operasi Data (Data Operation)
Pencarian ;
Membenarkan data yang telah diurutkan dan diklasifikasi diperoleh untuk pemprosesan selanjutnya.
Penghitungan ;
Operasi penghitungan dan juga operasi terhadap rentetan character dalam data.
Peringkasan;
Peringkasan dilakukan untuk menghasilkan perwakilan data yang lebih ringkas dan padat. Contoh: mencari jumlah dan rata-rata penjualan.
Ciri-Ciri Data
Informasi yang bermanfaat untuk suatu proses pengambilan keputusan haruslah memenuhi ciri-ciri sbb:
Ketepatan (Accuracy);
Sejauhmana sebuah informasi bebas dari kesalahan.
Kesempurnaan (Completeness);
Informasi sempurna berarti tidak ada kekurangan data tertentu.
Integritas (Integrity);
Informasi yang dihasilkan harus dapat dipercaya
Tidak basi (up to date);
Informasi yang sudah out of date tidak berguna lagi dalam pengambilan keputusan.
DataBase (Pangkalan Data)
Data merupakan aset penting sebuah organisasi harus disimpan dan diurus dengan baik.
Kumpulan data yang banyak yang disimpan dalam satu tempat penyimpanan data (data repository) Pangkalan Data.
Data tersebut berkaitan satu dengan yang lainnya dan disusun supaya mudah diakses dan digunakan kembali oleh pengguna.
Definisi Database
Pangkalan Data (DataBase) adalah kumpulan data yang yang berkaitan yang digunakan bersama oleh pengguna untuk memenuhi keperluan informasi sebuah organisasi.
Database Management System(DBMS)
DBMS suatu sistem perangkat lunak yang membenarkan pengguna untuk mendefinisikan, membuat dan memelihara pangkalan data dan yang menyediakan akses terhadap pangkalan data tersebut.
DBMS is a software system that enables users to define, create, and maintain the database and that provides controlled access to this database.
Tujuan Utama DBMS
Menyediakan sebuah lingkungan (environment) yang efisien dan nyaman digunakan dalam penyimpanan informasi kedalam dan pencapaian kembali informasi dari pangkalan data.
Komponen Sistem Pangkalan Data
Komponen Sistem Pangkalan Data
Aplikasi Pangkalan Data: program aplikasi yang ditulis dalam sebuah bahasa pemrograman seperti C, C++, VB untuk mengakses pangkalan data.
DBMS merupakan perangkat lunak yang berinteraksi antara pangkalan data, pengguna dan program aplikasi.
Sistem Pangkalan Data (DataBas System) keseluruhan sistem yang terdiri dari pangkalan data, DBMS,program aplikasi dan pengguna.
Contoh Sistem Pangkalan Data
Sistem Pemesanan Tiket pesawat terbang
Sistem Pinjaman buku di Perpustakaan
Sistem Pangkalan Data Pasien di RS
Sistem Pembayaran Kartu Kredit
Internet dan lain-lain
Pemprosesan Data
Sebelum adanya komputer, data disimpan secara manual
Dalam filling cabinet (lemari arsip)
Terdiri dari kumpulan rekod-rekod
Contoh : Rekam Medis (Medical Record) Pasien
Disebut sistem pemprosesan manual
Setelah adanya komputer, data disimpan dalam file-file elektronik.
Format file sama dengan sistem manual
Disebut electronic filling cabinet – Sistem Pemprosesan File
Hirarki Data
Sistem Pemprosesan File
Contoh Sistem Pemprosesan File pada sebuah Fakultas.
Biasanya dalam sistem pemprosesan file setiap bagian menyimpan file untuk tujuan penggunaan-penggunaan masing-masing
Pegawai pemprosesan data di setiap bagian bertanggung jawab menentukan peraturan, standarisasi dan hak akses terhadap file-file di bagian masing-masing.
Sistem Pemprosesan File di Fakultas
Contoh:
Bagian Akademik menyimpan rekod mahasiswa dalam file MAHASISWA dan rekod matakuliah yang ditawarkan dalam file MATAKULIAH.
Bagian Administrasi menyimpan rekod Dosen dalam file DOSEN dan rekod matakuliah dalam file MATAKULIAH.
Bagian Keuangan menyimpan rekod semua pegawai, termasuk Dosen, dalam file PEGAWAI.
Andaikan unsur data dalam file MATAKULIAH yang disimpan di bagian Akademik dan Administrasi adalah sama dan isi dari file-file adalah seperti berikut:
Nama File Isi
MAHASISWA NIM, nama, alamat, kode_matakuliah, jurusan
MATAKULIAH kode_matakuliah, nama matakuliah, NIP, jadwal(ruangan, hari dan waktu)
DOSEN NIP, nama, alamat, jurusan
PEGAWAI NIP, nama, alamat, gaji, tunjangan, potongan, tanggal_lahir, tanggal_mula_kerja, jabatan, jurusan
Kelemahan Sistem Pemprosesan File (1)
A. Perulangan Data
Adanya redudansi data; field yang sama diulang dalam dua atau lebih file.
Memboroskan ruang penyimpanan dan waktu untukk entry data
Ketidakselarasan data;
kemungkinan terjadi kekeliruan jika nilai data dalam satu file diubah tapi nilai dalam field yang sama pada file lain tidak.
Kontrol data yang lemah;
Sulit menentukan standarisasi data, misalnya ketentuan dalam membuat nama bagi field.
Contoh: field kode_matakuliah dan id_matakuliah menunjuk kepada data yang sama pada file yang berbeda.
Kelemahan Sistem Pemprosesan File (2)
Pemisahan Data
Data yang disimpan pada satu bagian terpisah dari bagian yang lain.
Tiap bagian mengurus datanya masing-masing
Akan sulit untuk mengumpulkan informasi yang melibatkan beberapa bagian sekaligus.
Contoh: informasi jumlah mahasiswa yang mengikuti matakuliah dan dosen tertentu.
Kelemahan Sistem Pemprosesan File (3)
C. Kebergantungan Program dan Data
Struktur dan deskripsi File ditentukan dalam program.
D. Format file yang tidak sesuai
Program ditulis dalam bahasa pemrograman yang berbeda, sehingga kemungkinan terjadi perbedaan nilai dan format bagi item yang sama.
E. Proses pengembangan yang memerlukan waktu lama
Program ditulis untuk memenuhi fungsi tertentu.
Setiap keperluan baru memerlukan program yang baru.
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (1)
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (2)
Pengulangan Data Terkawal (Controlled);
Mengurangkan redundansi data
Semua rujukan data kepada satu tempat saja
field yang berulang akan dibuang.
menghemat ruang dan waktu masukan data malah mengurangkan kesalahan.
semua file yang dipunyai oleh bagian yang berlainan disimpan dalam pangkalan data di bawah tanggung jawab seorang administrator pangkalan data.
Keselarasan data terjamin
tidak lagi perlu menyimpan beberapa salinan data yang sama di tempat yang berlainan.
mengurangkan risiko menemui dua data yang tidak selaras. menjamin keselarasan data.
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (3)
Integritas data bertambah –
jaminan keselarasan dan reliabilitas pangkalan data.
Integritas data bergantung kepada data yang sah dan selaras.
B. Memudahkan kontrol terhadap data.
Administrator pangkalan data dapat membuat suatu standar peraturan memberi nama field, peraturan untuk update dan akses data, peraturan format file dan sebagainya.
Kontrol secara terpusat menghindarkan kekeliruan dalam akses informasi
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (4)
C. Sharing data;
data dalam pangkalan data dapat digunakani oleh semua pengguna yang diberi hak akses
D. Akses data cepat;
Akses data dari beberapa file yang terdapat dibeberapa bagian lebih cepat
E. Pertambahan informasi;
nilai informasi yang disimpan sistem pemprosesan file terbatas kepada sesuatu bagian saja.
Keterpaduan data menghasilkan informasi tambahan bagi organisasi tanpa penambahan data baru.
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (5)
F. Prosedur keamanan Yang Lebih Baik;
Resiko kehilangan data dalam sistem pangkalan data adalah lebih tinggi berbanding sistem pemprosesan file karena data disimpan pada satu tempat.
Sebab itu sistem pangkalan data memerlukan prosedur keselamatan yang lebih canggih.
Data terpusat mengizinkan administrator pangkalan data membuat peraturan keamanan standar dan mekanisma keamanan tambahan
Penggunaan password, hak akses, dsb
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (6)
G. Multiuser;
banyak pengguna mengakses pangkalan data secara serentak
DBMS memiliki mekanisma kawalan pemprosesan serentak yang menjamin keamanan dan integritas data
H. Prosedur backup dan recovery yang lebih baik;
DBMS memiliki prosedur backup dan recovery yang efektif
Setiap perubahan pangkalan data direkodkan dalam satu 'log' yang dapat digunakan untuk memulihkan sistem apabila berlaku kegagalan.
Kelemahan Sistem Basis data (1)
Biaya DBMS yang tinggi
Biaya yang tinggi terutama pada sistem pangkalan data pada perusahaan yang besar.
Contoh: DBMS untuk mainframe multiuser
Penambahan Biaya Perkakasan;
keperluanmenambah satu server pangkalan data khusus untuk menempatkan DBMS.
Biaya Penukaran;
Penukaran format file, penulisan program dan training pegawai
Risiko Kegagalan;
Karena data disimpan terpusat resiko kegagalan lebih tinggi
The Evolution of Databases
Flat files
Hierarchical
Network
Relational
Object-oriented
The Hierarchical and Network Database Models
Hierarchical database management system:
Stores data in the form of a tree, which sets up a one-to-many relationship between data elements.
Called IMS (Information Management System)
Network database management system:
relationship between data elements is usually either one-to-many or many-to-many.
IDS (Integrated Data Store)
The Relational Database Model
Designing
Normalization process
Structure of table developed
Creating
Retrieving information
Queries and reports
SQL
QBE
Dosen : Maya Silvy Lidia, B.Sc, M,Sc
KULIAH 1
Konsep Dasar DataBase
Data dan Informasi
Data dan informasi dasar penting dalam proses pengambilan keputusan.
Data & informasi yang baik menghasilkan keputusan yang baik.
Data
Data fakta mengenai suatu benda, orang, entiti, kejadian atau yang sejenisnya.
Data merupakan sumber penting dalam sebuah perusahaan.
Data dalam sebuah perusahaan disajikan dalam berbagai bentuk yang harus diproses kedalam bentuk yang lebih berarti untuk membantu dalam pengambilan keputusan.
Contoh : Data penjualan sepatu dalam sehari
Informasi
Informasi data yang telah diproses dan disajikan dalam bentuk yang dapat digunakan untuk membuat keputusan.
Contoh:
Informasi penjualan sepatu (menurut ukuran) dalam 6 bulan
Operasi Data (Data Operation)
Data diproses untuk menjadi informasi dengan melalui beberapa operasi (kegiatan) untuk mengurangi kekeliruan.
Operasi Data (Data Operation)
Kendalian (operasi) dasar terhadap data yaitu: penyimpanan dan mendapatkan kembali (retrieve).
Selain operasi dasar tersebut, terdapat beberapa operasi lain yang membantu proses penukaran data menjadi informasi yaitu:
Pengesahan (Validasi);
Data yang diambil dan direkam (rekod) harus disahkan kebenaran dan ketepatannya.
Pengisihan/ Pengurutan;
Data diisih menurut aturan tertentu seperti mengisih (mengurutkan) nilai dari besar ke kecil.
Pengkelasan (Klasifikasi);
Data dikelaskan dalam bentuk / ciri tertentu.
Operasi Data (Data Operation)
Pencarian ;
Membenarkan data yang telah diurutkan dan diklasifikasi diperoleh untuk pemprosesan selanjutnya.
Penghitungan ;
Operasi penghitungan dan juga operasi terhadap rentetan character dalam data.
Peringkasan;
Peringkasan dilakukan untuk menghasilkan perwakilan data yang lebih ringkas dan padat. Contoh: mencari jumlah dan rata-rata penjualan.
Ciri-Ciri Data
Informasi yang bermanfaat untuk suatu proses pengambilan keputusan haruslah memenuhi ciri-ciri sbb:
Ketepatan (Accuracy);
Sejauhmana sebuah informasi bebas dari kesalahan.
Kesempurnaan (Completeness);
Informasi sempurna berarti tidak ada kekurangan data tertentu.
Integritas (Integrity);
Informasi yang dihasilkan harus dapat dipercaya
Tidak basi (up to date);
Informasi yang sudah out of date tidak berguna lagi dalam pengambilan keputusan.
DataBase (Pangkalan Data)
Data merupakan aset penting sebuah organisasi harus disimpan dan diurus dengan baik.
Kumpulan data yang banyak yang disimpan dalam satu tempat penyimpanan data (data repository) Pangkalan Data.
Data tersebut berkaitan satu dengan yang lainnya dan disusun supaya mudah diakses dan digunakan kembali oleh pengguna.
Definisi Database
Pangkalan Data (DataBase) adalah kumpulan data yang yang berkaitan yang digunakan bersama oleh pengguna untuk memenuhi keperluan informasi sebuah organisasi.
Database Management System(DBMS)
DBMS suatu sistem perangkat lunak yang membenarkan pengguna untuk mendefinisikan, membuat dan memelihara pangkalan data dan yang menyediakan akses terhadap pangkalan data tersebut.
DBMS is a software system that enables users to define, create, and maintain the database and that provides controlled access to this database.
Tujuan Utama DBMS
Menyediakan sebuah lingkungan (environment) yang efisien dan nyaman digunakan dalam penyimpanan informasi kedalam dan pencapaian kembali informasi dari pangkalan data.
Komponen Sistem Pangkalan Data
Komponen Sistem Pangkalan Data
Aplikasi Pangkalan Data: program aplikasi yang ditulis dalam sebuah bahasa pemrograman seperti C, C++, VB untuk mengakses pangkalan data.
DBMS merupakan perangkat lunak yang berinteraksi antara pangkalan data, pengguna dan program aplikasi.
Sistem Pangkalan Data (DataBas System) keseluruhan sistem yang terdiri dari pangkalan data, DBMS,program aplikasi dan pengguna.
Contoh Sistem Pangkalan Data
Sistem Pemesanan Tiket pesawat terbang
Sistem Pinjaman buku di Perpustakaan
Sistem Pangkalan Data Pasien di RS
Sistem Pembayaran Kartu Kredit
Internet dan lain-lain
Pemprosesan Data
Sebelum adanya komputer, data disimpan secara manual
Dalam filling cabinet (lemari arsip)
Terdiri dari kumpulan rekod-rekod
Contoh : Rekam Medis (Medical Record) Pasien
Disebut sistem pemprosesan manual
Setelah adanya komputer, data disimpan dalam file-file elektronik.
Format file sama dengan sistem manual
Disebut electronic filling cabinet – Sistem Pemprosesan File
Hirarki Data
Sistem Pemprosesan File
Contoh Sistem Pemprosesan File pada sebuah Fakultas.
Biasanya dalam sistem pemprosesan file setiap bagian menyimpan file untuk tujuan penggunaan-penggunaan masing-masing
Pegawai pemprosesan data di setiap bagian bertanggung jawab menentukan peraturan, standarisasi dan hak akses terhadap file-file di bagian masing-masing.
Sistem Pemprosesan File di Fakultas
Contoh:
Bagian Akademik menyimpan rekod mahasiswa dalam file MAHASISWA dan rekod matakuliah yang ditawarkan dalam file MATAKULIAH.
Bagian Administrasi menyimpan rekod Dosen dalam file DOSEN dan rekod matakuliah dalam file MATAKULIAH.
Bagian Keuangan menyimpan rekod semua pegawai, termasuk Dosen, dalam file PEGAWAI.
Andaikan unsur data dalam file MATAKULIAH yang disimpan di bagian Akademik dan Administrasi adalah sama dan isi dari file-file adalah seperti berikut:
Nama File Isi
MAHASISWA NIM, nama, alamat, kode_matakuliah, jurusan
MATAKULIAH kode_matakuliah, nama matakuliah, NIP, jadwal(ruangan, hari dan waktu)
DOSEN NIP, nama, alamat, jurusan
PEGAWAI NIP, nama, alamat, gaji, tunjangan, potongan, tanggal_lahir, tanggal_mula_kerja, jabatan, jurusan
Kelemahan Sistem Pemprosesan File (1)
A. Perulangan Data
Adanya redudansi data; field yang sama diulang dalam dua atau lebih file.
Memboroskan ruang penyimpanan dan waktu untukk entry data
Ketidakselarasan data;
kemungkinan terjadi kekeliruan jika nilai data dalam satu file diubah tapi nilai dalam field yang sama pada file lain tidak.
Kontrol data yang lemah;
Sulit menentukan standarisasi data, misalnya ketentuan dalam membuat nama bagi field.
Contoh: field kode_matakuliah dan id_matakuliah menunjuk kepada data yang sama pada file yang berbeda.
Kelemahan Sistem Pemprosesan File (2)
Pemisahan Data
Data yang disimpan pada satu bagian terpisah dari bagian yang lain.
Tiap bagian mengurus datanya masing-masing
Akan sulit untuk mengumpulkan informasi yang melibatkan beberapa bagian sekaligus.
Contoh: informasi jumlah mahasiswa yang mengikuti matakuliah dan dosen tertentu.
Kelemahan Sistem Pemprosesan File (3)
C. Kebergantungan Program dan Data
Struktur dan deskripsi File ditentukan dalam program.
D. Format file yang tidak sesuai
Program ditulis dalam bahasa pemrograman yang berbeda, sehingga kemungkinan terjadi perbedaan nilai dan format bagi item yang sama.
E. Proses pengembangan yang memerlukan waktu lama
Program ditulis untuk memenuhi fungsi tertentu.
Setiap keperluan baru memerlukan program yang baru.
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (1)
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (2)
Pengulangan Data Terkawal (Controlled);
Mengurangkan redundansi data
Semua rujukan data kepada satu tempat saja
field yang berulang akan dibuang.
menghemat ruang dan waktu masukan data malah mengurangkan kesalahan.
semua file yang dipunyai oleh bagian yang berlainan disimpan dalam pangkalan data di bawah tanggung jawab seorang administrator pangkalan data.
Keselarasan data terjamin
tidak lagi perlu menyimpan beberapa salinan data yang sama di tempat yang berlainan.
mengurangkan risiko menemui dua data yang tidak selaras. menjamin keselarasan data.
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (3)
Integritas data bertambah –
jaminan keselarasan dan reliabilitas pangkalan data.
Integritas data bergantung kepada data yang sah dan selaras.
B. Memudahkan kontrol terhadap data.
Administrator pangkalan data dapat membuat suatu standar peraturan memberi nama field, peraturan untuk update dan akses data, peraturan format file dan sebagainya.
Kontrol secara terpusat menghindarkan kekeliruan dalam akses informasi
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (4)
C. Sharing data;
data dalam pangkalan data dapat digunakani oleh semua pengguna yang diberi hak akses
D. Akses data cepat;
Akses data dari beberapa file yang terdapat dibeberapa bagian lebih cepat
E. Pertambahan informasi;
nilai informasi yang disimpan sistem pemprosesan file terbatas kepada sesuatu bagian saja.
Keterpaduan data menghasilkan informasi tambahan bagi organisasi tanpa penambahan data baru.
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (5)
F. Prosedur keamanan Yang Lebih Baik;
Resiko kehilangan data dalam sistem pangkalan data adalah lebih tinggi berbanding sistem pemprosesan file karena data disimpan pada satu tempat.
Sebab itu sistem pangkalan data memerlukan prosedur keselamatan yang lebih canggih.
Data terpusat mengizinkan administrator pangkalan data membuat peraturan keamanan standar dan mekanisma keamanan tambahan
Penggunaan password, hak akses, dsb
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (6)
G. Multiuser;
banyak pengguna mengakses pangkalan data secara serentak
DBMS memiliki mekanisma kawalan pemprosesan serentak yang menjamin keamanan dan integritas data
H. Prosedur backup dan recovery yang lebih baik;
DBMS memiliki prosedur backup dan recovery yang efektif
Setiap perubahan pangkalan data direkodkan dalam satu 'log' yang dapat digunakan untuk memulihkan sistem apabila berlaku kegagalan.
Kelemahan Sistem Basis data (1)
Biaya DBMS yang tinggi
Biaya yang tinggi terutama pada sistem pangkalan data pada perusahaan yang besar.
Contoh: DBMS untuk mainframe multiuser
Penambahan Biaya Perkakasan;
keperluanmenambah satu server pangkalan data khusus untuk menempatkan DBMS.
Biaya Penukaran;
Penukaran format file, penulisan program dan training pegawai
Risiko Kegagalan;
Karena data disimpan terpusat resiko kegagalan lebih tinggi
The Evolution of Databases
Flat files
Hierarchical
Network
Relational
Object-oriented
The Hierarchical and Network Database Models
Hierarchical database management system:
Stores data in the form of a tree, which sets up a one-to-many relationship between data elements.
Called IMS (Information Management System)
Network database management system:
relationship between data elements is usually either one-to-many or many-to-many.
IDS (Integrated Data Store)
The Relational Database Model
Designing
Normalization process
Structure of table developed
Creating
Retrieving information
Queries and reports
SQL
QBE
Dosen : Maya Silvy Lidia, B.Sc, M,Sc
Langganan:
Komentar (Atom)