Jumat, 12 September 2008

Bahan Kuliah Sistem Pangkalan Data

PENGENALAN DATABASE
KULIAH 1
Konsep Dasar DataBase
Data dan Informasi



Data dan informasi  dasar penting dalam proses pengambilan keputusan.

Data & informasi yang baik menghasilkan keputusan yang baik.


Data
Data  fakta mengenai suatu benda, orang, entiti, kejadian atau yang sejenisnya.

Data merupakan sumber penting dalam sebuah perusahaan.

Data dalam sebuah perusahaan disajikan dalam berbagai bentuk yang harus diproses kedalam bentuk yang lebih berarti untuk membantu dalam pengambilan keputusan.
Contoh : Data penjualan sepatu dalam sehari
Informasi
Informasi  data yang telah diproses dan disajikan dalam bentuk yang dapat digunakan untuk membuat keputusan.

Contoh:
Informasi penjualan sepatu (menurut ukuran) dalam 6 bulan









Operasi Data (Data Operation)

Data diproses untuk menjadi informasi dengan melalui beberapa operasi (kegiatan) untuk mengurangi kekeliruan.
Operasi Data (Data Operation)
Kendalian (operasi) dasar terhadap data yaitu: penyimpanan dan mendapatkan kembali (retrieve).

Selain operasi dasar tersebut, terdapat beberapa operasi lain yang membantu proses penukaran data menjadi informasi yaitu:
Pengesahan (Validasi);
Data yang diambil dan direkam (rekod) harus disahkan kebenaran dan ketepatannya.
Pengisihan/ Pengurutan;
Data diisih menurut aturan tertentu seperti mengisih (mengurutkan) nilai dari besar ke kecil.
Pengkelasan (Klasifikasi);
Data dikelaskan dalam bentuk / ciri tertentu.

Operasi Data (Data Operation)
Pencarian ;
Membenarkan data yang telah diurutkan dan diklasifikasi diperoleh untuk pemprosesan selanjutnya.
Penghitungan ;
Operasi penghitungan dan juga operasi terhadap rentetan character dalam data.
Peringkasan;
Peringkasan dilakukan untuk menghasilkan perwakilan data yang lebih ringkas dan padat. Contoh: mencari jumlah dan rata-rata penjualan.


Ciri-Ciri Data
Informasi yang bermanfaat untuk suatu proses pengambilan keputusan haruslah memenuhi ciri-ciri sbb:
Ketepatan (Accuracy);
Sejauhmana sebuah informasi bebas dari kesalahan.
Kesempurnaan (Completeness);
Informasi sempurna berarti tidak ada kekurangan data tertentu.
Integritas (Integrity);
Informasi yang dihasilkan harus dapat dipercaya
Tidak basi (up to date);
Informasi yang sudah out of date tidak berguna lagi dalam pengambilan keputusan.
DataBase (Pangkalan Data)
Data merupakan aset penting sebuah organisasi  harus disimpan dan diurus dengan baik.

Kumpulan data yang banyak yang disimpan dalam satu tempat penyimpanan data (data repository)  Pangkalan Data.

Data tersebut berkaitan satu dengan yang lainnya dan disusun supaya mudah diakses dan digunakan kembali oleh pengguna.
Definisi Database

Pangkalan Data (DataBase) adalah kumpulan data yang yang berkaitan yang digunakan bersama oleh pengguna untuk memenuhi keperluan informasi sebuah organisasi.

Database Management System (DBMS)

DBMS  suatu sistem perangkat lunak yang membenarkan pengguna untuk mendefinisikan, membuat dan memelihara pangkalan data dan yang menyediakan akses terhadap pangkalan data tersebut.

DBMS is a software system that enables users to define, create, and maintain the database and that provides controlled access to this database.

Tujuan Utama DBMS


Menyediakan sebuah lingkungan (environment) yang efisien dan nyaman digunakan dalam penyimpanan informasi kedalam dan pencapaian kembali informasi dari pangkalan data.




Komponen Sistem Pangkalan Data
Komponen Sistem Pangkalan Data
Aplikasi Pangkalan Data: program aplikasi yang ditulis dalam sebuah bahasa pemrograman seperti C, C++, VB untuk mengakses pangkalan data.

DBMS merupakan perangkat lunak yang berinteraksi antara pangkalan data, pengguna dan program aplikasi.

Sistem Pangkalan Data (DataBas System) keseluruhan sistem yang terdiri dari pangkalan data, DBMS,program aplikasi dan pengguna.
Contoh Sistem Pangkalan Data
Sistem Pemesanan Tiket pesawat terbang
Sistem Pinjaman buku di Perpustakaan
Sistem Pangkalan Data Pasien di RS
Sistem Pembayaran Kartu Kredit
Internet dan lain-lain

Pemprosesan Data
Sebelum adanya komputer, data disimpan secara manual
Dalam filling cabinet (lemari arsip)
Terdiri dari kumpulan rekod-rekod
Contoh : Rekam Medis (Medical Record) Pasien
Disebut sistem pemprosesan manual

Setelah adanya komputer, data disimpan dalam file-file elektronik.
Format file sama dengan sistem manual
Disebut electronic filling cabinet – Sistem Pemprosesan File


Hirarki Data
Sistem Pemprosesan File
Contoh Sistem Pemprosesan File pada sebuah Fakultas.

Biasanya dalam sistem pemprosesan file setiap bagian menyimpan file untuk tujuan penggunaan-penggunaan masing-masing

Pegawai pemprosesan data di setiap bagian bertanggung jawab menentukan peraturan, standarisasi dan hak akses terhadap file-file di bagian masing-masing.

Sistem Pemprosesan File di Fakultas
Contoh:
Bagian Akademik menyimpan rekod mahasiswa dalam file MAHASISWA dan rekod matakuliah yang ditawarkan dalam file MATAKULIAH.

Bagian Administrasi menyimpan rekod Dosen dalam file DOSEN dan rekod matakuliah dalam file MATAKULIAH.

Bagian Keuangan menyimpan rekod semua pegawai, termasuk Dosen, dalam file PEGAWAI.

Andaikan unsur data dalam file MATAKULIAH yang disimpan di bagian Akademik dan Administrasi adalah sama dan isi dari file-file adalah seperti berikut:

Nama File Isi
MAHASISWA NIM, nama, alamat, kode_matakuliah, jurusan
MATAKULIAH kode_matakuliah, nama matakuliah, NIP, jadwal(ruangan, hari dan waktu)
DOSEN NIP, nama, alamat, jurusan
PEGAWAI NIP, nama, alamat, gaji, tunjangan, potongan, tanggal_lahir, tanggal_mula_kerja, jabatan, jurusan

Kelemahan Sistem Pemprosesan File (1)
A. Perulangan Data
Adanya redudansi data; field yang sama diulang dalam dua atau lebih file.
Memboroskan ruang penyimpanan dan waktu untukk entry data
Ketidakselarasan data;
kemungkinan terjadi kekeliruan jika nilai data dalam satu file diubah tapi nilai dalam field yang sama pada file lain tidak.
Kontrol data yang lemah;
Sulit menentukan standarisasi data, misalnya ketentuan dalam membuat nama bagi field.
Contoh: field kode_matakuliah dan id_matakuliah  menunjuk kepada data yang sama pada file yang berbeda.
Kelemahan Sistem Pemprosesan File (2)
Pemisahan Data
Data yang disimpan pada satu bagian terpisah dari bagian yang lain.

Tiap bagian mengurus datanya masing-masing

Akan sulit untuk mengumpulkan informasi yang melibatkan beberapa bagian sekaligus.

Contoh: informasi jumlah mahasiswa yang mengikuti matakuliah dan dosen tertentu.

Kelemahan Sistem Pemprosesan File (3)

C. Kebergantungan Program dan Data
Struktur dan deskripsi File ditentukan dalam program.

D. Format file yang tidak sesuai
Program ditulis dalam bahasa pemrograman yang berbeda, sehingga kemungkinan terjadi perbedaan nilai dan format bagi item yang sama.

E. Proses pengembangan yang memerlukan waktu lama
Program ditulis untuk memenuhi fungsi tertentu.
Setiap keperluan baru memerlukan program yang baru.
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (1)


Kebaikan Sistem Pangkalan Data (2)
Pengulangan Data Terkawal (Controlled);
Mengurangkan redundansi data
Semua rujukan data kepada satu tempat saja
field yang berulang akan dibuang.
menghemat ruang dan waktu masukan data malah mengurangkan kesalahan.
semua file yang dipunyai oleh bagian yang berlainan disimpan dalam pangkalan data di bawah tanggung jawab seorang administrator pangkalan data.

Keselarasan data terjamin
tidak lagi perlu menyimpan beberapa salinan data yang sama di tempat yang berlainan.
mengurangkan risiko menemui dua data yang tidak selaras. menjamin keselarasan data.

Kebaikan Sistem Pangkalan Data (3)
Integritas data bertambah –
jaminan keselarasan dan reliabilitas pangkalan data.
Integritas data bergantung kepada data yang sah dan selaras.
B. Memudahkan kontrol terhadap data.
Administrator pangkalan data dapat membuat suatu standar peraturan memberi nama field, peraturan untuk update dan akses data, peraturan format file dan sebagainya.
Kontrol secara terpusat menghindarkan kekeliruan dalam akses informasi
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (4)
C. Sharing data;
data dalam pangkalan data dapat digunakani oleh semua pengguna yang diberi hak akses

D. Akses data cepat;
Akses data dari beberapa file yang terdapat dibeberapa bagian lebih cepat

E. Pertambahan informasi;
nilai informasi yang disimpan sistem pemprosesan file terbatas kepada sesuatu bagian saja.
Keterpaduan data menghasilkan informasi tambahan bagi organisasi tanpa penambahan data baru.
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (5)
F. Prosedur keamanan Yang Lebih Baik;
Resiko kehilangan data dalam sistem pangkalan data adalah lebih tinggi berbanding sistem pemprosesan file karena data disimpan pada satu tempat.

Sebab itu sistem pangkalan data memerlukan prosedur keselamatan yang lebih canggih.

Data terpusat mengizinkan administrator pangkalan data membuat peraturan keamanan standar dan mekanisma keamanan tambahan
Penggunaan password, hak akses, dsb
Kebaikan Sistem Pangkalan Data (6)
G. Multiuser;
banyak pengguna mengakses pangkalan data secara serentak
DBMS memiliki mekanisma kawalan pemprosesan serentak yang menjamin keamanan dan integritas data

H. Prosedur backup dan recovery yang lebih baik;
DBMS memiliki prosedur backup dan recovery yang efektif
Setiap perubahan pangkalan data direkodkan dalam satu 'log' yang dapat digunakan untuk memulihkan sistem apabila berlaku kegagalan.
Kelemahan Sistem Basis data (1)
Biaya DBMS yang tinggi
Biaya yang tinggi terutama pada sistem pangkalan data pada perusahaan yang besar.
Contoh: DBMS untuk mainframe multiuser

Penambahan Biaya Perkakasan;
keperluanmenambah satu server pangkalan data khusus untuk menempatkan DBMS.

Biaya Penukaran;
Penukaran format file, penulisan program dan training pegawai

Risiko Kegagalan;
Karena data disimpan terpusat resiko kegagalan lebih tinggi
The Evolution of Databases
Flat files

Hierarchical

Network

Relational

Object-oriented

The Hierarchical and Network Database Models
Hierarchical database management system:
Stores data in the form of a tree, which sets up a one-to-many relationship between data elements.
Called IMS (Information Management System)

Network database management system:
relationship between data elements is usually either one-to-many or many-to-many.
IDS (Integrated Data Store)

The Relational Database Model
Designing
Normalization process
Structure of table developed
Creating
Retrieving information
Queries and reports
SQL
QBE

Dosen : Maya Silvy Lidia, B.Sc, M,Sc

Tidak ada komentar: